
Ketua STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi, Assoc. Prof. Dr. H. Ficki Padli Pardede , MA melakukan monitoring mahasiswa/i peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang tersebar di beberapa desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis (25/07/2024)
Kuliah Kerja Nyata (KKL) merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi dan diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir yang telah memenuhi persyaratan akademik. Melalui KKL diharapkan misi pengabdian masyarakat dapat berjalan secara maksimal.

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan KKL tersebut, tentu diperlukan adanya strategi yang efektif dan efisien guna mencapai cita-cita tujuan yang telah dicanangkan. Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah dengan melakukan pengontrolan dan pengevaluasian terhadap program-program ataupun kelengkapan-kelengkapan lain yang diperlukan.
Dalam salah satu kunjungannya dari bebrapa desa tempat mahasiswa STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi melakukan KKL, Assoc. Prof. Dr. H. Ficki Padli Pardede, MA mengungkapkan bila monitoring dan evaluasi (monev) ini bukan bermaksud untuk menghakimi atau mencari kesalahan mahasiwa KKL, akan tetapi lebih kepada pengontrolan dan pencarian informasi tentang sejauh mana perkembangan mahasiswa menjalankan program-program. Dan bila menemukan permasalahan di lapangan, nanti dipecahkan bersama-sama oleh mahasiswa KKL, Dosen Pembimbing Lapangan, dan pihak panitia KKL.

“Apa saja kegiatan yg sudah berjalan dalam seminggu ini? “, tanya Ketua
“Kami mengunjungi bebrapa UMKM yang ada di desa ini, membantu administrasi di kantor desa, sore hari mengajar di MDTA dan rumah tahfidz, setelah sholat magrib mengajari anak-anak baca tulis Al-Qur’an dan di hari kamis tepatnya malam jum’at mengikuti rutin Wirid laki-laki.” Jawab salah satu Peserta KKL.
“Pada malam hari, kami juga mengadakan pertemuan internal di mana kami mengevaluasi hasil sosialisasi serta merencanakan langkah-langkah konkrit untuk mendukung kebutuhan dan harapan masyarakat dalam minggu-minggu mendatang”. Ungkap peserta KKL.
Diskusi tersebut memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika sosial dan ekonomi desa, serta memastikan bahwa kegiatan kami berjalan sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya.

“Kalian harus terus mengikuti program-program desa yg sudah berjalan dengan baik dan harus bisa juga membuat trobosan-trobosan baru untuk kebutuhan desa yg belum pernah terlaksana” Kata Ketua
“Satu harapan saya, buat dulu suatu konsep penyuluhan tentang JUDI ONLINE, bagaimana masyarakat desa tidak akan melakukan judi online dan apa dampaknya ketika melakukan hal yg tidak baik itu”, Tegas Ketua Ficki.



